Sunday, 30 November 2014

Penjelasan Protista Mirip hewan (Protozoa)

Tags

Protista Mirip Hewan - Ada protista yang mirip dengan hewan dan biasa disebut Protozoa. Adapun Ciri ciri Protista Mirip Hewan adalah bentuk tubuhnya bervariasi, ukuran tubuhnya sangat kecil kurang dari 10 mikron, walaupun ada juga yang ditemukan berukuran 6 mm. Protozoa hidup dengan cara soliter dan juga dapat berkoloni. ketika terancam bahaya ia akan memberikan perlindungan diri dengan membentuk kista dan akan kembali menjadi protozoa saat kondisi lingkungan normal. Sifat protozoa adalah parasit, dan saprofit

Jeniz protozoa yang uniseluler ternyata sudah mengandung organel – organel sel yang penting seperti mitokondria, membran plasma, sitoplasma dan inti sel. Berdasarkan jenis alat alat geraknya maka protozoa dapat dikelompokkan menjadi Rhizopoda, Ciliata, Flagellata dan Sporozoa.

Reproduksi aseksual Protozoa dilakukan dengan cara membelah diri, sedangkan reproduksi seksualnya berlangsung secara konjugasi karena jenis kelaminnya tidak diketahui dengan jelas.

Berikut ini pembahasan mengenai Pembagian Protista Mirip Hewan berdasarkan alat geraknya :

a. Rhizopoda

Rhizopoda adalah kelompok protista mirip hewan yang hidup di air laut, air tawar serta tempat – tempat yang lembab, tetapi beberapa juga dapat hidup pada tubuh manusia dan hewan

Contoh dari rhizopoda adalah Amoeba : amoeba adalah makhluk air yang bentuk tubuhnya berubah – ubah tidak menentu, ciri ciri amoeba adalah bagian tubuhnya yang diselubungi oleh membran sel yang berpran dalam melindungi isi sel. membran ini kemudian berfungsi membentuk kaki semu (pseudopodia), melakukan pertukaran gas O2 dan Co2, makan (pagositosit) dan menanggapi rangsangan di sekitarnya. Di dalam tubuh amoeba terdapat inti sel dan vakuola dimana vakuola itu sendiir terbagi menjadi vakuola kontraktil dan nonkontraktil

berdasarkan tempat hidupnya amoeba dibedakan menjadi 2 yaitu Ektamoeba dan Entamoeba.

Ektamoeba adalah amoeba yang yang hidup di luar makhluk hidup contohnya : Amoeba proteus, Chaos carolinese

Entamoeba adalah amoeba yang hidup di dalam tubuh makhluk hidup, contohnya : hystolitica adalah amoeba yang selalu hidup di dalam usus halus bersifat parasit dan dapat menyebabkan penyakit disentri. Escherichia coli adalah amoeba yang hidup di dalam colon manusia, tidak bersifat parasit tapi jika berlebih dapat menyebabkan diare, Entamoeba ginggivalis adalah amoeba yang berperan dalam menguraikan makanan di antara gigi anda namun dapat merusak gigi juga.

 

Contoh rhizopoda yang bermanfaat adalah Arcella dimana zat kitin yang dikandungnya dapat dijasikan bahan penggosok dan bahan peledak, biasanya ditemukan di dasar laut ketika telah mengendap saat mati.


b. Flagellata

Flagellata adalah protozoa yang yang bergerak dengan menggunakan flagel, selain itu flagel juga berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam mulut. Biasanya hidup secara bebas dan ada juga yang bersifat parasit bagi manusia dan hewan.


Adapun Flagellata dibedakan menjadi dua, yaitu Fitoflagellata dan Zooflagellata.
1) Fitoflagellata

Fitoflagellata adalah flagellata yang bersifat autotrof dan bisa melakukan fotosintesis. Di dalam air ia adalah penyusun fitoplankton dan bermanfaat sebagai sumber makanan bagi makhluk lain di dalam air.

Contoh fitoflagellata yaitu : Volvox globator, Euglena viridis, Nocticula miliaris

 

euglena viridis

euglena viridis

 

2) Zooflagellata
Zooflagellata adalah protozoa yang hidup secara bebas dan banyak yang bersifat heterotrof parasit pada hewan dan manusia, selain itu bentuknya juga mirip dengan hewan

 

c. Ciliata
Ciliata adalah protozoa yang hidup dengan menggunakan rambut getar atau biasa disebut cilia yang terdapat di bagian tubuh tertentu. Rambut getar ini akan mengalami getaran ketika ia ingin bergerak di dalam air tawar maupun air laut.Bentuk ciliata sangat bermacam – macam mulai dari bentuk lonceng, bentuk sandal, corong dan beberapa bentuk lainnya.

Contoh ciliata adalah paramaecium caudatum. Paramaecium ini memiliki 2 jenis inti yaitu yang diberi nama makro nukleus dan mikronukleus dan terdapat vakuola kontraktil untuk mengatur proses osmoregulasinya.

 

gambar paramaecium

gambar paramaecium

Cara paramaecium  bereproduksi ada 2 jenis yaitu secara aseksual dan secara seksual 

Paramaecium melakukan reproduksi seksual dengan membelah dirinya sedangkan reproduksi seksualnya berlangsung secara konjugasi.

Nah berikut ini adalah proses konjugasi pada paramaecium ;
1. Pertama – tama 2 buah paramaecium akan berdekatan dan saling menempelkan mulutnya.

2. bagian mikronukleus akan membelah berturut – menjadi 4 mikronukleus, sementara itu bagian makronukleusnya akan menghilang.

3. Kemudian 3 dari 4 Mikronukleus akan lenyap sedangkan 1 mikronukleus sisanya akan membelah menjadi 2 bagian mikronukleus yang besar dan kecil. kemudian mikronukleus yang kecil dipertukarkan antar dua Paramaecium yang berlekatan tadi sehingga menghasilkan zigot nukleus. Setelah itu Paramaecium memisah.

4. langkah berikutnya pada zigot bagian nukleus akan membelah sebanyak 3 kali berturut – turut dan menghasilkan 8 buah inti baru

5. Dari 8 inti tersebut terdapat 3 bagian inti lenyap, dimana 4 inti lainnya bergabung menjadi makronukleus dan 1 inti akan menjadi mikronukleus.

6. Tahap akhir Paramaecium akan membelah menjadi empat bagian paramaecium.

 

Proses konjugasi paramaecium

Gambar proses Konjugasi Paramaecium.

 


d. Sporozoa

Sporozoa adalah jenis Protista yang tidak memiliki anggota gerak yang khusus jadi hewan ini bergerak dengan cara mengubah posisi tubuhnya. Sebagian besar sporozoa bersifat parasit bagi hewan dan manusia. Contoh sporozoa yang dikenal sebagai parasit adalah Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria melalui perantara Nyamuk Anopheles

 

Siklus hidup plasmodium

 

Gambar Siklus hidup plasmodium

 

Adapun jenis  Plasmodium yang menyebabkan penyakit
malaria:
1) Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria, ia mengalami waktu sporulasi yang kurang jelas tetapi  antara 1 – 2
x 24 jam
2) Plasmodium vivax sering menyebabkan penyakit malaria tertiana, dimana waktu sporulasinya setiap 2 x 24 jam
3) Plasmodium malariae, menyebabkan penyakit malaria kuartana, waktu sporulasinya 3 x 24 jam.

Demikianlah penjelasan mengenai protista mirip hewan ,semoga pembahasannya mudah dipahami

Artikel Sebelumnya

Penyakit yang disebabkan oleh virus

Klasifikasi padi (Oryza sativa)

Fungsi mitokondria