Berlangganan

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen - Berbicara mengenai keanekaragaman hayati tentu saja tidak luput dari hal-hal yang masih tergolong dalam ekosistem yang alami seperti tumbuhan dan juga hewan. Tentu saja dalam ilmu biologi bisa kita temukan bahwa keanekaragaman hayati itu sendiri terbagi menjadi beberapa bagian namun untuk kali ini kita akan membahas mengenai keanekaragaman hayati tingkat gen. Gen itu sendiri seperti yang kita ketahui merupakan salah satu faktor penurun yang bisa kita bilang sebagai bibit yang mampu diturunkan dari 1 species. Gen ini sendiri bisa menjadi suatu faktor yang bisa menentukan bentuk, ukuran dari sebuah tanaman ataupun hewan.

Keanekaragaman Hayati tingkat Gen

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies maupun tingkatan ekosistem. Keanekaragaman hayati dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :

Gen atau plasma nuftah adalah substansi kimia yang menentukan sifat keturunan yang terdapat di dalam lokus kromosom. Setiap individu makhluk hidup mempunyai kromosom yang tersusun atas benang-benang pembawa sifat keturunan yang terdapat di dalam inti sel. Keanekaragaman hayati tingkat gen adalah keanekaragaman hayati yang menunjukan seluruh variasi jumlah dan susunan gen pada makhluk hidup. Di samping itu, setiap individu memiliki banyak gen, bila terjadi perkawinan atau persilangan antar individu yang karakternya berbeda akan menghasilkan keturunan yang semakin banyak variasinya. Hal inilah yang menyebabkan keanekaragaman gen semakin tinggi.

Contoh keanekaragaman tingkat gen ini adalah tanaman bunga mawar putih dengan bunga mawar merah yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna bunga. Jadi, antara makhluk hidup dengan lingkungannya akan terjadi interaksi yang dinamis. Perbedaan kondisi komponen abiotik (tidak hidup) pada suatu daerah menyebabkan jenis makhluk hidup (biotik) yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda-beda. Akibatnya, permukaan bumi dengan variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem.

Artikel Terkait

Fungsi Mitokondria

Klasifikasi Padi