Berlangganan

Pengertian Mikroskop, Bagian bagian mikroskop, Mikroskop Cahaya

Pengertian mikroskop – Mikroskop merupakan alat yang sangat berguna di dalam laboratorium untuk melihat benda – benda yang berkuran sangat kecil atau mikroskopis sehingga tidak dapat dilihat secara langsung menggunakan mata secara langsung. Mikroskop sering digunakan dalam berbagai bidang kehidupan seperti kedokteran, biologi, kesehatan dan lain – lainnya. Mikroskop merupakan alat optik yang tersusun dari 2 buah lensa cembung dimana lensa yang terdapat di dekat objek yang diamati disebut lensa objektif sedangkan lensa yang berada di mata pengamat disebut lenca okuler.

Penemu mikroskop Ialah Antonie van leeuwenhoek, bermula dari hobby dirinya yang suka melihat lihat atau memicingkan matanya dari kaca lensa mikroskop. Ia membuat mikroskop sendiri secara manual dalam perakitannya sehingga pada waktu itu tidak semua orang dapat dengan mudah memiliki mikroskop Berkat mikroskop temuan antoni van leeuwenhoek ini ia dapat melihat berbagai makhluk berukuran kecil seperti rambut, titik hujan dan beberapa serangga kecil

Fungsi mikroskop yang paling utama adalah mengamati benda – benda kecil karena mikroskop dapat memperbesar bayangan benda dari 10 kali hingga jutaan kali lipat dengan menggunakan jenis – jenis mikroskop seperti mikroskop cahaya maupun mikroskop elektron.

Bagian bagian mikroskop

Mikroskop merupakan alat optik yang memiliki bagian – bagian cukup rumit. Bagian tersebut berperan besar dalam menjalankan fungsi mikroskop. Berikut ini kita akan bahas bagian – bagian mikroskop secara umum yang ada pada mikroskop cahaya :

Bagian - bagian mikroskop

 

Bagian – bagian Mikroskop cahaya pada umumnya dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian optik, bagian penerangan dan bagian mekanis. Nah kita akan bahas bagian – bagian mikroskop tersebut beserta fungsinya.


a. Bagian Optik
Bagian optik dari mikroskop berupa lensa yang berfungsi memperbesar bayangan benda. Terdapat 2 macam lensa di mikroskop yaitu lensa yang terdapat di bagian mata pengamat disebut lensa okuler pembesarannya biasanya 10 x. Kemudian terdapat lensa yang dekat dengan benda preparat biasa disebut lensa objektif biasanya memiliki pembesaran 10 x, 20 x, 40 kali bahkan 100 x.  Untuk dapat mengatur lensa objektif anda hanya perlu memutar bagian revolver hingga pas pada pembesaran yang diinginkan..

Lensa yang terakhir adalah lensa yang terdapat pada kondensor di bagian bawah berperan dalam mengumpulkan cahaya yang aakan mengenai objek. Dengan demikian maka objek yang diamati akan tampak lebih terang dan lebih jelas. Adapun pembesaran yang akan dihasilkan terhadap gambar adalah hasil kali antara pembesaran lensa okuler dengan pembesaran lensa objektif.

Contoh lensa okuler 10 x dan lensa objektif 10 x maka pembesaran yang dihasilkan adalah 100 x.


b. Bagian Penerangan

Bagian penerangan mikroskop adalah bagian yang berperan dalam memaksimalkan cahaya yang masuk sehingga gambar dapat terlihat. Cermin pada mikroskop berperan dalam menangkap cahaya dan memantulkannya. Cermin tersebut memiliki 2 sisi dimana ada yang sisi datar dan ada sisi yang cekung. Jika cahaya cukup terang maka gunakanlah cermin datar sedangkan apabila cahaya kurang maka gunakanlah cermin bagian cekung.

Diafragma terletak di bagian bawah bawah meja objek. Fungsi diafragma adalah mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke preparat,  diafragma dapat di stel manual untuk mengatur banyaknya cahaya yang diinginkan.

c. Bagian Mekanis
Bagian mekanis mikroskop berfungsi untuk membantu dalam memudahkan pemakaian mikroskop. Adapun yang termasuk bagian mekanis adalah kaki yang berfungsi untuk tempat berdirinya mikroskop, bagian pegangan mikroskop untuk digunakan saat mengangkat mikroskop dan pengatur fokus berupa mikrometer dan makrometer. Mikrometer berfungsi untuk memperjelas gambar yang telah di dapat dan Makrometer berfungsi untuk mencari gambar pertama di kaca preparat

Macam macam mikroskop

Ada beberapa macam mikroskop yang  sering digunakan selama ini, berdasarkan hasil gambar yang diamati maka mikroskop dapat dibagi menjadi 2 yaitu mikroskop Stereo (3 dimensi) dan mikroskop cahaya (2 dimensi). Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya maka mikroskop dibedakan menjadi Mikroskop Elektron dan Mikroskop Cahaya. berikut ini kita akan bahas satu demi satu :

Mikroskop elektron

Mikroskop elektron adalah mikroskop canggih yang memiliki pembesaran hingga 100 ribu kali. Dengan menggunakan mikroskop ini anda dapat melihat organel – organel penyusun sel maupun virus secara jelas. Mikroskop menggunakan elektron sebagai pengganti cahaya dan di operasikan pada ruangan khusus. Berdasarkan jenisnya mikroskop di bedakan menjadi 2 tipe yaitu tipe mikroskop elektroscanning (SEM) dan Mikroskop elektron transmisi (TEM). harga mikroskop elektron cukup mahal sehingga sulit untuk di implementasikan di sekolah – sekolah.

Mikroskop cahaya

Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang menggunakan cahaya matahari atau cahaya lampu sebagai penerangan agar gambar dapat terlihat. Pembesaran mikroskop cahaya saat ini hanya maksimal 100 kali lipat. Mikroskop cahaya memiliki 3 bagian lesan yaitu lensa objektif, lensa okuler dan bagian lenca kondensor. Semua lensa tersebut bekerja sama untuk memperjelas gambar preparat.

Lensa objektif dan lensa okuler di pasang di bagian ujung tabung mikroskop dimana terdapat lensa tunggal (monokuler dan ada pula lensa ganda (binokuler).

Mikroskop Stereo

Mikroskop stereo adalah mikroskop yang berfungsi untuk mengamati preparat yang berukuran besar dan ingin diamati bagian – bagiannya. Pembesaran mikroskop stereo hanya sekiatar 7 sampai 30 kali. Dengan menggunakan mikroskop stereo maka anda akan melihat gambar dalam bentuk 3 dimensi Dan gambar yang dihasilkan lebih tajam

Cara menggunakan mikroskop

Cara menggunakan mikroskop yang benar agar dapat mendapatkan gambar dengan mudah dan tidak merusak mikroskop maka kita akan berikan tutorial cara menggunakan mikroskop dari awal hingga selesai praktikum.

1. Bawalah mikroskop dari ruang penyimpanan ke atas meja dengan cara memegang bagian punggung mikroskop dan tangan yang satunya memegang kaki mikroskop.

2. Letakkan di bagian meja yang cukup terkena cahaya.

3. Buatlah preparat dengan cara mengiris sangat tipis preparat kemudian masukkan ke dalam kaca preparat. Anda juga dapat menggunakan preparat buatan untuk diamati.

4. Ketika preparat sudah jadi selanjutnya anda tinggal mencari gambar dengan menggunakan pembesaran terkecil dulu, gunakan makrometer untuk mendaptkan gambar, setelah itu anda gunakan mikromereter halus memperjelas gambar. Anda juga dapat mengganti – ganti pembesaran mikroskop agar gambar menjadi lebih jelas.

5. Buatlah gambar hasil pengamatan anda pada kertas, setelah itu lepaskan semua preparat dan letakkan kembali mikroskop di tempat asalnya.

Artikel Sebelumnya

Klasifikasi Makhluk Hidup

Sistem Peredaran darah manusia

Macam macam Bioma