Showing posts with label Invertebrata. Show all posts
Showing posts with label Invertebrata. Show all posts

Saturday, 13 October 2018

Cara Hewan Air Bergerak dalam Air

Cara Hewan Air Bergerak dalam Air Banyak jenis binatang bergerak di air. Beberapa hewan tinggal di permukaan air dan menggunakan anggota badan mereka untuk mendorong mereka. Hewan lain bergerak di bawah air. Air lebih sulit dipindahkan daripada udara. Ini karena lebih tebal dari udara (para ilmuwan menggambarkan air lebih padat daripada udara). Karena itu air adalah media yang lebih tebal daripada udara, ia menawarkan lebih banyak kesulitan terhadap sesuatu yang bergerak melaluinya. 

Kita semua tahu betapa melelahkannya dapat berjalan melalui air yang mencapai pinggang kita! Agar hewan dapat bergerak melalui air secara efisien, mereka perlu memiliki adaptasi tertentu yang memungkinkan mereka untuk mendorongnya secara paksa atau membatasi ketahanan air yang mereka pindahkan.

Cara Hewan Air Bergerak dalam Air

Ikan

Ikan hidup di air sepanjang waktu. Bahkan mereka tidak bisa menghirup udara dan mereka mati sangat cepat jika mereka kehabisan air. Mereka memiliki struktur khusus yang disebut sirip yang membantu mereka bergerak melalui air.

Tubuh ikan itu panjang dan tipis dan runcing di kedua ujungnya. Ini disebut bentuk yang ramping. Bentuk yang ramping bergerak lebih cepat melalui air dibandingkan bentuk lain. Ini karena dapat memotong air lebih efisien daripada bentuk lain.

Cara Hewan Air Bergerak dalam Air

Sirip ekor (ekor) membantu ikan bergerak maju dengan cepat. 
Sirip punggung (dorsal) menjaga ikan tetap lurus saat bergerak maju. Ekor ikan kebanyakan terbuat dari otot. Otot-otot ini berkontraksi untuk menggerakkan ekor dari sisi ke sisi. Sirip pectoral dan pelvis berpasangan. Ini tidak digunakan untuk berenang cepat dan dipegang dekat dengan tubuh. Mereka digunakan ketika ikan berputar atau bergerak lambat. mereka membantu ikan untuk menjaga keseimbangannya.

Amfibi

Amfibi menghabiskan bagian pertama dari kehidupan mereka di air. Kecebong memakan tanaman air. Katak dewasa memakan tanah tetapi mereka selalu berada di dekat air dan mereka berenang dengan sangat baik.

Amfibi, seperti katak, memiliki kaki belakang dengan kaki berselaput. Kaki berselaput memiliki kulit yang bergabung dengan jari-jari kaki. Ini membantu mendorong air.

Reptilia

Penyu menghabiskan seluruh hidupnya di air. Anggota badan mereka disesuaikan untuk memungkinkan mereka mendayung di bawah air.
Beberapa berburu reptil di air. Buaya dan buaya adalah karnivora. Ketika mereka membunuh, mereka tidak memakan mangsa mereka sekaligus. Mereka membuat kuburan di dasar sungai dan terus memakannya kemudian ketika mereka lapar.

Ketika mereka berada di bawah air, lubang hidung mereka menutup dan mereka memiliki telinga yang juga menutup. Mereka dapat menjaga mata mereka terbuka karena mereka memiliki kelopak mata transparan khusus yang menutup mata mereka. Ular laut, ular karang, dan ular rumput juga perenang yang baik.

Mamalia

Banyak mamalia menghabiskan seluruh atau sebagian besar hidup mereka di air. Tidak seperti ikan, mereka menghirup udara.

Lumba-lumba memakan ikan yang mereka kejar melalui air. Mamalia lainnya hidup sebagian besar waktu di darat tetapi makan di air. Anjing laut dan singa laut juga menangkap ikan yang mereka telan utuh. Ikan kecil dimakan di bawah air, tetapi anjing laut dan singa laut muncul ke permukaan untuk makan mangsa yang lebih besar.

Lumba-lumba efisien dan anggota badan mereka telah beradaptasi menjadi sirip. Flippers adalah dayung yang sangat efisien untuk membantu lumba-lumba mengemudikan melalui air. Tidak ada kaki belakang (belakang) yang memberikan lumba-lumba bentuk yang lebih ramping. Di ujung ekor ada satu kebetulan besar. Anjing laut dan singa laut memiliki adaptasi serupa. Mereka tidak dapat bergerak dengan baik atau cepat di darat tetapi mereka berenang sangat cepat.


paus sperma
Ini memiliki massa 60 ton dan memegang rekor menyelam pada kedalaman 1134 meter.
Segel Weddell
Itu bisa tinggal di kedalaman 40 meter selama 60 menit.
 penguin raja
Ini menyelam hingga kedalaman antara 15 hingga 265 meter.
 gajah laut
Dapat mencapai kedalaman 200 meter dan tinggal di sana selama 30 menit.


Burung-burung

Banyak burung berenang dengan baik. Penguin tidak bisa terbang dan tampaknya sulit berjalan di darat. Di dalam air itu bisa berenang sangat cepat untuk menangkap ikan. Bebek berenang di permukaan air dan mereka adalah penyelam yang luar biasa. Mereka menyelam ke dasar kolam dan menggunakan paruh sensitif mereka untuk menemukan serangga yang hidup di lumpur. Banyak burung lain menyelam untuk menemukan atau menangkap makanan mereka.

Penguin di bawah air © Shirley Burchill
Penguin, Kebun Binatang Bristol, Inggris

Bebek dan burung air lainnya memiliki kaki dengan kaki berselaput. Kaki berselaput memiliki kulit yang bergabung dengan jari-jari kaki. Ini membantu mendorong air. Burung-burung air ini juga memiliki minyak khusus yang tidak memungkinkan air menembus bulu-bulu mereka.


The gentoo penguin adalah burung berenang tercepat dengan kecepatan maksimum 28 km / jam. The Kaisar penguin adalah penyelam terdalam. Dapat menyelam hingga kedalaman 265 m di perairan Antartika dan tetap di bawah air hingga 18 menit.

Avertebrata

Banyak avertebrata berenang. Kumbang menyelam besar adalah karnivora yang memakan hal-hal seperti larva serangga dan berudu. Tukang perahu air juga karnivora yang berenang di punggungnya di bawah air. Kumbang menyelam yang hebat dan tukang perahu air memiliki kaki belakang yang berbentuk seperti dayung.

Friday, 12 October 2018

Pengelompokkan Hewan dalam Biologi

Pengelompokkan Hewan dalam BiologiKarena ada begitu banyak jenis hewan yang berbeda di dunia, para ahli biologi telah mengurutkannya menjadi beberapa kelompok. Ini disebut mengelompokkan.

Dua kelompok utama hewan adalah vertebrata dan invertebrata.
Vertebrata adalah hewan dengan tulang belakang. Manusia memiliki tulang punggung yang merupakan bagian dari tulang mereka. Kerangka memberikan dukungan dan bentuk tubuh.
Invertebrata adalah hewan tanpa tulang punggung. Hewan-hewan ini tidak memiliki kerangka tulang. Semua serangga adalah invertebrata. Mereka memang memiliki kerangka tetapi di bagian luar tubuh mereka dan tidak terbuat dari tulang.

Pengelompokkan Hewan dalam Biologi
Pengelompokkan Hewan dalam Biologi


Dua kelompok utama ini dibagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. 

Kita harus berhati-hati ketika kita membuat daftar perbedaan mereka. Sangat mudah untuk mengatakan bahwa semua ikan berenang. Masalahnya adalah amfibi, seperti katak, juga berenang. Paus dan lumba-lumba berenang dan mereka adalah mamalia. banyak serangga yang berenang. 

Sangat mudah untuk berpikir bahwa 'semua burung terbang' tetapi burung unta dan penguin tidak terbang. Di sisi lain, ada ikan dan ada tupai yang bisa melayang di udara! Banyak serangga bisa terbang. Ahli biologi harus sangat berhati-hati ketika mereka memutuskan alasan menempatkan hewan ke dalam kelompok.


Saturday, 31 January 2015

Echinodermata (hewan berkulit duri) dan peranan Echinodermata

Echinodermata – Artik kata echinodermata berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata echino = landak dan dermata = kulit, sehingga diartikan sebagai hewan yang berkulit duri seperti halnya landak. Hewan echiodermata hidupnya di laut.

Ciri – ciri echinodermata
- Tubuhnya radial simetris dan permukaan tubuhnya tertutup oleh duri

- terdapat 5 lengan yang tersusun radier.

- celah mulutnya terdapat pada bagian sentral

- memiliki sistem pencernaan yang lengkap karena terdapat mulut, kerongkongan, lambung, usus dan anus.

- bergerak dengan menggunakan kaki ambulakral

- memiliki sistem saraf yang terdiri dari cincin oral dan tali – tali saraf radier

- tidak memiliki sistem respirasi dan sistem ekskresi yang khusus.

- pembuahan terjadi secara eksternal di dalam air laut.

- jenis kelaminnya terpisah

 

Klasifikasi Echinodermata

Filum echinodermata dapat digolongkan kedalam 5 kelas yaitu  Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea, dan Crinoidea yang dijelaskan sebagai berikut

1) Kelas Asteroidea (bintang laut)
Ciri ciri kelas Asteroidea adalah memiliki cakram sentral dan memiliki 5 lengan sehingga disebutlah sebagai bintang laut. Tubuhnya terbagi menjadi sisi oral (sisi bawah) dimana terdapat mulut, sedangkan sisi aboral (sisi atas) terdapat anus dan ditutup oleh duri dan terdapat lubang madreporit.
Contoh: Asterias forbesi, Linckia laevigata.

bagian bagian tubuh bintang laut

gambar bagian bagian tubuh bintang laut

 

2) Kelas Echinoidea (landak laut)
Ciri ciri kelas echinoidea adalah bentuk tubuhnya yang bundar dan agak pipih dan tidak memiliki lengan. Duri – duri yang ada di tubuhnya dapat digerakkan. Bagian oral tubuhnya memiliki tabung – tabung telapak untuk bergerak. Hewan ini bernafas dengan menggunakan branki dermal sebanyak 5 pasang. Sedangkan pada bagian aboralnya terdapat 5 papan kapur yang disebut papan genital, salah satunya adalah madreporit.
Contoh: Diadema saxsatile, Echinothrix sp.

3) Kelas Ophiuroidea (bintang ular laut)
Ciri ciri kelas Ophiuroidea adalah memiliki tubuh yang mirip dengan bintang laut tetapi lengannya yang lebih panjang dan lebih lentur. Mulutnya terdapat di bagian ventral dan tidak memiliki anus. hewan ini hidup pada bagian sisi – sisi karang, mencari makan hanya pada malam hari. madreporitnya terletak di bagian bawah tubuhnya.
Contoh: Ophiura sp

4) Holothuroidea (mentimun laut)

Ciri ciri kelas Holothuroidea adalah tubuhnya yang lunak dan berbentuk kantung yang memanjang, di bagian dalam tubuhnya terdapat papan yang berkapur. Bagian mulut terletak di ujung anterior dimana terdapat tentakel mengelilinginya, sedangkan bagian anus terletak di ujung posterior. Jenis kelamin jantan dan betina sudah terpisah walaupun ada yang bersifat hermaprodit,

Contoh Holothuria scabra, Thyone byereus (mentimun laut).

5) Crinoidea (leli laut)
Ciri ciri kelas crinoidea adalah bentuk tubuhnya yang mirip tumbuhan dan selalu melekat pada suatu tempat terdapat semacam akar di tubuhnya untuk melekat biasa bdisebut cirri. Tetapi bagi leli laut yang tidak melekatkan diri atau dapat berenang maka ia tidak memiliki cirri. Makannya adalah plankton yang ditangkap menggunakan tentakel miliknya. Proses fertilisasi terjadi secara internal sehingga zigot akan tumbuh di dalam induknya.

Contoh: Metacrinus sp (melekat di suatu tempat), Antedon sp (hidup bebas).

 

Peranan Echinodermata
Spesies echinodermata sangat bermanfaat dalam mencegah kotornya laut,  sampah – sampah tersebut didegradasi. Selain itu mentimun laut dapat menjadi sumber makanan yang enak.

Demikianlah materi filum Echinodermata dan peranan Echinodermata. semoga kita dapat memahaminya lebih baik.

Artikel Sebelumnya

Macam macam bioma

Fungsi jaringan Epitel

Bagian bagian bunga dan fungsinya

Mengenal filum Arthropoda (lengkap)

Arthropoda – Arthropoda adalah hewan yang memiliki kaki dan tubuh yang beruas – ruas, tubuhnya juga terbadi menjadi 3 bagian yaitu kepala, dada dan perut.
Ciri-ciri arthropoda
1. Tubuh dan kakinya terbagi 3 bagian.

2. Memiliki rangka luar yang terbuat dari zat kitin sehingga bagian tubuh arthropoda menjadi kaku dan sangat kuat.

3. Hidup di tempat air tawar, laut dan darat

4. hidup secara bebas namun ada juga yang menjadi parasit pada hewan, manusia maupun tumbuhan.

5. Termasuk filum yang terbesar anggotanya diantara spesies Avertebrata/invertebrata

6. Alat pernafasan ada yang menggunakan insang, paru – paru, trakea

7. Terdapat beberapa jenis yang mengalami parthenogenesis.

8. Menggunakan alat ekskresi nefridium yang berpasangan.

9. menggunakan sistem saraf tangga tali

Klasifikasi Arthropoda
Arthropoda dibagi menjadi 4 kelas yaitu Crustacea, Myriapoda, Arachnida, Insecta. berikut ini pembahasan semua kelas tersebut :
1)  Kelas Crustacea
Ciri ciri kelas ini adalah memiliki tubuh dimana bagian kepala dan dadanya bersatu (Sefalotorak) sedangkan bagian perutnya (abdomen) keras karena terbuat dari zat kitin yang berlendir. Di bagian sefalotorak terdapat 5 pasang kaki yang bersar digunakan untuk bersajalan, sepasang kaki yang bertama ukurannya lebih besar disebut keliped.

Sementara itu di abdomennya terdapat 5 pasng kaki yang kecil kegunaannya untuk alat renang. Di bagian depan sephalotorak terdapat sepasang antena yang panjang sen sepasang antenule pendek.

Terdapat 2 jenis Crustacea yaitu Entomostraca (microcrustacea) dan Malacostraca (macrocrustacea)

Contoh entomostraca Daphnia sp, cyclops

Contoh Malacostraca Pinnaeus monodon (udang windu), cancer sp (kepiting), panulirus sp (lobster).

Anatomi tubuh udang

gambar anatomi udang

 

Bagian - bagian tubuh udang

gambar bagian – bagian tubuh udang

2) Kelas Myriapoda
Ciri ciri kelas ini adalah terdapat banyak segmen di tubuhnya bahkan dapat mencapai 100 hingga 200 ruas. Bagian tubuhnya terdapat kepala yang kecil pada ruas pertama, sedangkan perutnya pada terletak pada setiap ruas dan terdapat sepasang atau 2 pasang kaki. Kelas ini hidup di darat dan menggunakan paru – paru buku untuk bernafas. Di kepalanya terdapat sepasang mandibula, dan dua pasang maksila.

Kelas ini terbagi 2 yaitu Chilopoda dan diplopoda.

a) Chilopoda

Ciri ciri tubuhnya gepeng, dan terdapat kaki pada tiap ruas tubuhnya. Terdapat antena di kepalanya dan cakar yang memiliki bisa. Ia bersifat karnivora.
Contoh : Scolopendra sp (kelabang).

b) Diplopoda
Diplopoda  memiliki tubuh bulat, dan memiliki sepasang kaki pada tiap ruas tubuhnya. Hwan ini selalu hidup pada tempat yang lembab. Cara melindungi tubuhnya dari musuh adalah dengan menggulung tubuhnya. Hewan ini juga termasuk herbivora.

Contoh: Spirobolus sp (luwing).


3) Kelas Arachnida
Ciri ciri kelas ini adalah memiliki bagian kepala dan dada yang menyatu (sefalotorak) dan bagian perut (abdomen) yang bulat. Bagian kepalanya kecil, tidak memiliki antena dan memiliki mata tunggal. Tempat hidupnya di darat, dan bernafas menggunakan paru – paru buku. Memiliki kaki 4 pasang yang terletak di sefalotorak. Pada bagian sefalotorak terdapat sepasang kelisera yang beracun dan sepasang palpus.

Di bagian ujung posterior abdomen dan sebelah ventral anus terdapat sutera ia bermuara pada alat yang mirip dengan pembuluh disebut spinneret. Ia hanya makan dari cairan hewan lain yang diisap menggunakan mulut dan esofagus.

Jenis kelaminnya terpisah dan melakukan fertilisasi secara internal. setelah terbentuk telur ia akan diletakkan di dalam kokon sutera untuk dibawa kemana – mana oleh hewan betina.

Contohnya : kalajengking, laba-laba.

kalajengking laba laba

gambar kalajengking dan laba – laba.

anatomi laba laba

gambar anatomi laba laba

4) Insecta
Di dalam filum arthropoda kelas insecta memiliki anggota terbesar dan bahkan ia menjadi bagian terbesar dari filum animalia. Di bumi ini terdapat lebih dari 1 juta spesies yang merupakan insecta.

Ciri ciri insecta
- Tubuhnya terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, dada dan perut.

- terdapat mata tunggal dan mata majemuk di kepalanya.

- Pada bagian dada terbagi menjadi 3 ruas yaitu protoraks, mesotorak, dan metatoraks.

- kaki dan sayap terletak di bagian dada

- kelas ini memiliki 3 pasang kaki.

- memiliki sayap sepasang atau 2 pasang, beberapa insecta ditemukan tidak bersayap

- Ada yang hidup di darat, air tawar dan di laut.

- Ukuran tubuhnya beragam mulai dari paling kecil beberapa mm dan sampai yang besar berukuran beberapa cm.

- tipe mulutnya beragam ada yang menghisap, menusuk mengisap serta ada yang mengunyah.

- Menggunakan trakea  yang bercabang cabang sebagai alat pernafasan.

- mengalami metamorfosis sempurna maupun tidak sempurna.

- Menggunakan sistem saraf tangga tali.

- Sistem peredaran darahnya terbuka dimana darah tidak memiliki pigmen sehingga fungsinya hanya untuk mengedarkan zat makana saja.

- Peredaran dan mengnakutan gas O2 dan Co2 menggunakan trakea.

 

bagian tubuh belalang

bagian tubuh belalang

 

Pembagian metamorfosis insecta yaitu

Ametabola dimana serangga ini tidak mengalami metamorfosis contoh Lepisma sp (kutu buku).
Hemimetabola adalah sernagga  serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, contoh capung, belalang.
Holometabola: adalah serangga yang mengalami metamorfosis sempurna, misalnya nyamuk, lalat, kupu-kupu.

Klasifikasi insecta

Kelas insecta dapat dibagi lagi menjadi 2 subkelas yaitu :

1. Kelas Apterygota (serangga tidak bersayap)
Ciri ciri anggota kelas Apterygota dapat dilihat dari bagian tubuhnya yang terdiri dari kepala, dada dan bagian perut yang kurang tegas. Hewan pada kelas ini tidak mengalami metamorfosis.

a. Subkelas Apterygota
a) Ordo Protura
Ciri ciri ordo protura adalah memiliki ukuran tubuh yang kecil berkisar hanya 1,5 mm saja, tidak memiliki sayap, tidak memiliki mata, tidak memiliki antena, kaki pendek,mulutnya tipe penghisap dan hidup di darat pada tempat sampah yang membusuk di bawah kulit batang.

Contoh: Acerentulus sp.
b) Ordo Thysanura
Ciri ciri ordo thysanura adalah tubuhnya yang kecil hanya 30 mm panjangnya, tidak memiliki sayap, memiliki antena panjang, kakinya 2 sampai 3 ruas, dapat mencerna selulosa pada kayu/kertas dan hidup di darat.

Contoh: Lepisma saccharina (kutu buku).
c) Ordo Collembola
Ciri ciri ordo ini adalah memiliki tubuh yang kecil hanya 2-5 cm, tidak memiliki sayap, panjang antena sedang, terdapat 1 ruas kaki, memiliki alat tambahan untuk meloncat pada abdomennya. Memiliki tipe mulut pengunyah, matanya majemuk, tidak mengalami metamorfosis dan suka hidup pada bawah daun, lulut, batu

Contoh: Entomobrya laguna (ekor loncat), Papirus fuscus (kutu kebun).


2. Kelas Pterygota (serangga bersayap)
Ciri ciri kelas ini adalah bagian tubuhnya terdiri dari kepala, dada dan perut yang sudah jelas dan juga mengalami metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna

Berikut ini adalah subkelas Pterygota
a. Ordo Orthoptera
Ciri ciri ordo orthoptera adalah bagian femur yang besar, dapat meloncat, memiliki 2 pasang sayap depan yang lurus, kaku dan menyempit, sayap belakangnya tipis seperti membran , ciri matanya tunggal atau majemuk, terdapat antena sedang atau panjang, tipe mulut menggigit dan mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Contoh: Valanga nigricornis (belalang), Gryllus sp (jangkrik), Periplaneta americana sp (kecoa).

b) Ordo Dermaptera
Ciri cirinya memiliki tubuh yang berukuran kecil sampai besar, terdapat antena yang panjang, memiliki sayap 2 pasang, Memiliki tipe mulut pengunyah dan mengalami metamorfosis tidak sempurna, selalu hidup pada celah celah batu, suka memakan daun atau sejenis insecta jenis lain

Contoh: Forficula auricularia.
c) Ordo Isoptera
Ciri ciri ordo Isoptera yaitu tubuhnya lunak, kepalanya besar dan berkitin, ukuran tubuh kecil sampai besar. Hidupnya secara koloni dalam bentuk yang besar, bagian rahangnya besar dan menonjol, terdapat 2 pasang sayap yang ukurannya sama panjang. Namun ketika beranjak dewasa sayapnya ditinggalkan. Hewan ini juga mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Contoh: Reticuli termes (rayap kayu dan tanah), Kolotermes sp (rayap kayu kering), Zootermes sp (rayap kayu basah), Amitermes sp (rayap tanah kering), Macrotermes sp (rayap pembentuk rumah tanah/termitarium).
d) Ordo Anoplura
Ciri ciri ordo anoplura adalah tidak memiliki sayap, bersifat ektoparasit pada mamallia, tubuhnya pipih, kakinya pendek dan kuat, memiliki tipe mulut penghisap, terdapat antena yang pendek tetapi tidak memiliki mata, bagian dada bersatu. Mengalami metamorfosis sempurna

Contoh: Pediculus humanus capitis (kutu rambut kepala), Pediculus humanus corporis (kutu rambut badan).

e) Ordo Homoptera
Ciri ciri ordo homoptera adalah memiliki sayap 2 pasang, bagian dasar sayap tidak mengeras, memiliki tipe mulut penghisap dan makan cairan tumbuhan. Mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Contoh: Aphis medicaginis (kutu daun).
f) Ordo Hemiptera
Ciri ciri ordo hemiptera adalah memiliki sayap 2 pasang dan ada juga yang tidak memiliki sayap, memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap, makannya adalah cairan tumbuhan atau hewan lain. mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Contoh Nilavarpata lugens (wereng), Laptocarixa acuta (walang sangit), Ranatra sp (kalajengking air), Cimex lectularius (kutu busuk).

 g) Ordo Odonata

Ciri ciri ordo odonanta adalah bagian kepala dapat digerakkan secara bebas, memiliki mata faset yang beasr, memiliki sayap 2 pasang yang memanjang dan transparan dengan venasi yang jelas. Pada bagian ujung abdomennya kecil dan memanjang seperti ekor, mengalami metamorfosis tidak sempurna. Mengalami fase nimfa di air tetapi ketika dewasa ia dapat terbang.

Contoh: Aeshna sp (capung).

h) Ordo Neuroptera
Ciri ordo neuroptera adalah memiliki tipe mulut pengunyah, matanya besar, bagian abdomen sempit dan memanjang , memiliki sayap 2 pasang yang besar dan bervensi seperti jala, mengalami metamorfosis sempurna

Contoh: Chrysopa oculata (lalat bermata emas), Myrmeleon frontalis (undur-undur).

i) Ordo Lepidoptera
Ciri ciri ordo lepidoptera adalah memiliki 2 pasang sayap yang besar, memiliki pola warna yang beraneka ragam. Memiliki antena yang panjang tetapi tergulung di bawah kepala. memiliki tipe mulut penghisap. hewan ini mengalami metamorfosis sempurna,

Contoh Bombyx mori (kupu-kupu, kokonnya menghasilkan ulat sutera), Attaus atlas (kupu-kupu ulat sutera), Potoparce sexta (kupu tomat).

j) Ordo Diptera
Ciri ciri ordo diptera adalah memiliki 2 pasang sayap yang transparan dan berpangkal di mesotorak,  termasuk insecta kecil, memiliki tipe mulut penusuk, penghisap dan penjilat. mengalami metamorfosis sempurna. Termasuk hewan nocturnal yaitu hewan yang aktif di malam hari.

Contoh Musca domestica (lalat rumah), Drosophyla melanogaster (lalat buah), Tabanus sp (lalat kandang), Anopheles sp (nyamuk Malaria), Aedes aygepti (nyamuk demam berdarah), Culex sp.

k) Ordo Siphonoptera
Ciri ciri siphonoptera adalah insecta yang tidak memiliki sayap, dapat melompat, bagian abdomen besar sementara kepala dan dada kecil. Memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap. Bersifat ektoparasit pada burung, reptil dan mamalia. Hewan ini mengalami metamorfosis sempurna.

Contoh: Pulex iritans (pinjal manusia), Ctenocephalus canis (pinjal anjing), Ctenocephalus felis (pinjal kucing), Xenopyllacheopsis (pinjal tikus).

l) Ordo Coleoptera
Ciri ciri coleoptera adalah memiliki sayap 2 pasang, dimana bagian sayap depan heras sementara sayap belakangnya tipis layaknya membran, sayap ini akan terlipat bila sedang istirahat. Mengalami metamorfosis yang sempurna

Contoh: Necrophorus sp (kumbang sampah), Coccinela sp, Hippodamia sp (kumbang predator hama tumbuhan), Lytta vesicatoria (kumbang Spanyol).

 m) Ordo Hymenoptera
Ciri ciri hymenoptera adalah hidup secara berkoloni dan beberapa secara soliter. memiliki sayap 2 pasang yang tipis seperti membran, memiliki tipe mulut pengunyah dan penjilat, mengalami metamorfosis sempurna.

Contoh: Apis indica, Apis mellifera (lebah madu), Monomorium sp (semut hitam), Vespula maculate (Jawa: tawon endas).

bagian bagian tubuh lebah

gambar bagian – bagian tubuh lebah.

 

Peranan Arthropoda
Berikut ini adalah beberpa jenis arthropoda yang sangat bermanfaat bagi manusia.
1) Crustacea
Dapat dijadikan sumber protein hewan dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi.
Contoh: udang, kepiting, lobster.
Dapat menjadi sumber makanan ikan bagi industri perikanan Contoh :
Microcrustacea adalah komponen pembentuk zooplankton
2) Myriapoda
Hewan – hewan pada kelas ini dapat membantu dalam penguraian sampah organik menjadi lebih cepat karena sampah – sampah tersebut akan diuraikan menjadi partikel yang lebih kecil 
Contoh: luwing/lipan.
3) Arachnida
Sementara itu kelas arachnida lebih banyak merugikan karena dapat menjadi ektoparasit pada hewan ternak, ia juga sering mengotori rumah penduduk dengan sarangnya. Contoh : laba = laba

4) Insekta
Kelas insecta yang begitu banyak anggotanya juga dapat bersifat ganda, ada yang menguntungkan dan ada juga yang bersifat merugikan bagi manusia


a) Insecta yang menguntungkan
Dapat menghasilkan minuman obat contoh lebah madu serta ada juga yang menghasilkan serta sutera untuk pembuatan kain contoh kupu – kupu.

Ada juga insecta yang dapat membantu mengatasi hama tanaman secara alami yaitu kepik daun yang suka makan kutu daun.
Ada juga yang dapat mengubah sampah organik menjadi pupuk contoh : kumbang kotoran

Ada juga yang dapat menjadi media pengobatan.  Contoh: lebah hutan (Aphis mellifera) yang digunakan sengatnya dapat menjadi alat terapi
Belalang kayu dapat menjadi sumber protein hewani yang dibutuhkan


b) Insecta yang merugikan
Beberapa jenis insecta dapat merugikan manusia karena menjadi penular beberapa penyakit yang cukup berbahaya Contoh: nyamuk Anopheles sp, nyamuk Aedes aygepti, nyamuk Culex sp, lalat tsetse, lalat tabanus, dan lalat rumah.
Ada juga insecta yang suka memakan tanaman budidaya sehingga harus dimusnahkan.  Contoh: ulat/larva Lepidoptera memakan berbagai dedaunan, kumbang kelapa memakan bagian pucuk pohon kelapa, walang sangit mengisap cairan biji padi yang masih muda.

Demikianlah materi mengenai filum Arthropoda dan peranan insecta semoga mudah dipahami.

Artikel Sebelumnya

Pengertian sel , Membran Sel, Organel Sel

Ciri ciri hewan mamalia

Pencemaran Tanah

Tuesday, 27 January 2015

Materi filum annelida (lengkap)

Annelida – Ciri – ciri annelida adalah memiliki tubuh yang bersegmen, bersifat triploblastik, hidupnya di air, darat dan di laut. sistem pencernaan, sistem saraf dan eksresi sudah berkeembang dengan baik, beberapa jenis annelida ada yang bersifat parasit bagi makhluk hidup walaupun ada juga yang hidup bebas. Alat reproduksinya sudah terpisah walaupun ada juga yang bersifat hermaprodit dan memiliki sistem peredaran darah tertutup.

Klasifikasi Annelida

Pembagian kelas Annelida ada 3 kelas yaitu kelas Polychaeta, kelas oligochaeta dan kelas Hirudinae. Kita akan bahas masing – masing kelas annelida tersebut.

1) Kelas Polychaeta
Ciri – ciri anggota kelas Polychaeta adalah memiliki tubuh memanjang hingga 30 cm, bersegmen – segemen, dan pipih dosiventral. Biasanya tinggal di sekitar pantai, di pasir dan lubang – lubang batu di pinggir pantai.. Dalam mencari makan hewan ini aktif di malam hari. Pada bagian lateral terdapat rambut – rambut (setae). Parapodia sering dimanfaatkan untuk menggali pasir dan celah batu.

Sistem pencernaannya sudah lengkap karena memiliki mulut  sampai esofagus serta anus. Sistem pernafasannya terjadi secara difusi dari permukaan kulitnya. Sistem sirkulasinya terdiri ats pembuluh darah dorsal serta pembuluh darah ventral dan terhubung pada kanal – kanal di setiap segmennya. Sistem ekskresinya menggunakan sepasang nefridium pada tiap segmen kecuali pada segmen terakhir dan pertama. Cacing ini menggunakan sistem saraf tangga tali. Sistem reproduksinya terjadi secara gonochoris dan fertilisasi eksternal ketika berada di dalam air. Contoh spesies Nereis sp.

gambar nereis sp

gambar nereis sp
2) Kelas Olygochaeta
Ciri – ciri cacing kelas ini adalah memiliki tubuh gilig, terdapat segmen dan memiliki panjang tubuh mencapai 10 hingga 25 cm. Tempat tinggalnya di darat maupun di air tawar. Terdapat setae pada setiap segmen tubuhnya. Letak mulutnya ada di ujung anterior dan letak anus pada ujung posterior. Sistem pernafasan terjadi secara diffusi menggunakan kulit tubuhnya. Peredaran darah terjadi secara tertutup menggunakan 5 pasang jantung yang berotot. Sistem ekskresinya menggunakan sepasang nefridium dan sistem sarafnya menggunakan saraf tangga tali.

Contohnya spesies : Lumbricus terrestris (cacing tanah), dan Pheretima sp (cacing tanah).

Cacing tanah memiliki sifat hermaprodit waalaupun demikian ia tidak dapat membuahi dirinya sendiri. Kopulasinya terjadi dengan cara 2 cacing yang saling bertukaran sperma dan ditampung pada kotak sperma (vesicular seminalis). Setelah melalui proses fertilisasi selanjutnya terbentuklah kokon di area klitelium. Sperma tersebut kemudian membuahi ovum dan terbentuklah zigot yang akan berkembang menjadi cacing kecil di dalam kokon. Kokon kemudian diletakkan di tanah yang lembab agar anak cacing tersebut dapat bertahan hidup.

 
3) Kelas Hirudinae
Cacing hirudinae memiliki ciri ciri bentuk tubuhnya pipih dorsiventral, memiliki segmen tubuh sebanyak 33, terdapat alat hisap anterior dan posterior. Bersifat hermaprodit dan melakukan kopulasi dengan cara respirok layaknya cacing tanah. Proses fertilisasi juga terjadi secara internal dimana kokon akan berkembang di dalam kokon. Mulutnya terbagi menjadi 3 rahang. Ciri khususnya adalah dapat menghasilkan zat antikoagulan untuk mencegah pembekuan daarah pada mangsanya, cacing ini mampu menghisap darah sebanyak 3 kali berat tubuhnya. Oleh karena itu cacing ini bersifat parasit pada hewan maupun manusia. Pada saluran pencernaan sudah terdapat mulut (alat hisap), lambung, usus , rektum dan anus. Pada sistem saraf menggunakan tangga tali, alat ekskresinya berupa nefridia yang terletak hingga ruas ke 7.

Contoh spesies adalah Hirudo medicinalis (lintah) dan  Haemadipsa (pacet).
Peranan Annelida
Cacing sangat berperan penting dalam membantu penyuburkan tanah pertanian dengan mendegradasi sampah organik menjadi zat anorganik dan membuat aerasi tanah menjadi lebih baik untuk lahan pertanian. Cacing juga banyak dibudidayakan untuk makanan ikan karena mengandung lemak. Selain itu cacing juga sering dijadikan sebagai obat tipes yang dikemas dalam bentuk kapsul. Cacing juga sejak dulu dijadikan sebagai alat untuk menyedot darah kotor di bagian tubuh manusia.

Sebaliknya lintah dapat bersifat merugikan karena menghisap darah hewan lainnya.

Demikianlah pembahasan mengenai materi Annelida, semoga kita semua menjadi lebih paham

Artikel sebelumnya

Ciri ciri hamil muda

Protista Mirip jamur

Ciri ciri jamur

Materi Mollusca (lengkap)

Mollusca – Molusca disebut sebagai hewan yang memiliki tubuh lunak karena tidak memiliki rangka tubuh dan hidup pada wilayah daratan, perairan tawar maupun di lautan.

Ciri – ciri mollusca

1. Tubuhnya simetris bilateral

2. Memiliki cangkan yang berkapur sebagai tempat tinggalnya walaupun ada juga yang tidak bercangkang.

3. memiliki sistem respirasi, sistem ekskresi dan sistem pencernaan yang sudah kompleks

4. Memiliki sistem peredaran darah terbuka dimana jantungnya terbagi menjadi beberapa ruangan

Klasifikasi Mollusca
Filum mollusca dapat dibagi kedalam 7 kelas yaitu kelas Aplacophora, kelas Monoplacophora, kelas Cephalopoda dan kelas Pelecypoda. berikut ini pembahasa mengenai kelas mollusca.

1) Aplacophora
Cifri khusus kelas Aplacophora adalah tubuhnya yang mirip dengan cacing dan tidak memiliki cangkang karena hanya diselubungi oleh mantel yang liat.

2) Kelas Monoplacophora
Ciri khusus kelas monoplacophora adalah memiliki cangkang tunggal di satu sisinya dan terdapat insang ganda.

3) Kelas Polyplacophora
Ciri kelas Polyplacophora adalah memiliki tubuh yang simetris bilateral kakinya terletak di ventral memanjang, bagian dorsal terlindungi oleh papan berkapur, pada ruang mantelnya memiliki insang. Cacing ini hidup di laut dengan cara menempel pada batu dengan melingkarkan bagian tubuhnya. Jenis kelamin cacing ini adalah dioesius walaupun beberapa spesies bersifat hermaprodit. Proses fertilisasi terjadi secara eksternal dengan sekali bertelur dapat mencapai 200.000 butir.

Contoh spesies Cryptochiton sp (Chiton).
4) Kelas Scaphopoda
Ciri kelas Scaphopoda memiliki cangkang yang berbentuk pena serta terdapat gading gajah yang panjang., memiliki kaki lancip untuk menggali lumpur, kelas ini dapat hidup ada kedalaman laut 5000 m. Jenis kelaminnya memiliki sifat diesis dan mengalami bentuk larva trokofor.

Pada bagian mulut terletak tentakel yang berfungssi untuk menangkap mikroflora dan mikrofauna. Alat pernafasannya adalah rongga mantel serta tidak terdapat insang.

Contoh spesies Dentalium sp (siput pena).


5) Gastropoda (hewan berkaki perut)
Ciri ciri kelas gastropoda adalah memiliki kaki otot yang berbentuk pipih untuk merayap, memiliki cangkok, kepalanya terdapat tentakel sebanyak 2 atau empat. Di lubang mulutnya terdapat gigi radula (lidah parut) yang berfungsi mengunyah makanan. Terdapat bintik mata untuk fotoreseptor yang ada pada ujung tentakelnya yang panjang, ia juga memiliki tentakel yang pendek berfungsi untuk kemoreseptor.

Alat pernafasannya adalah insang atau paru – paru sesuai pada tempat tinggalnya. Jenis kelaminnya merupakan diesis atau hermaprodit ovipar.Contoh spesies Achatina fulica (bekicot), Lymnaea javanica (siput air tawar), Vaginulla sp (siput telanjang) dan Fissurella sp (siput laut)

 

gambar anatomi gastropoda

gambar anatomi gastropoda

 

6) Cephalopoda (hewan berkaki di kepala)
Keunikan hewan kelas ini adalah karena kakinya yang terletak di bagian kepala, kemudian terdapat tentakel di kepalanya sebanyak 8 atau 10 buah yang berfungsi untuk menangkap mangsanya dan membela diri. Hewan cephalopoda tidak memiliki cangkang kecuali spesies Nautilus sp. Hewan ini juga memiliki cairan tinta untuk mengecoh mangsanya. kelaminnya terpisah dan tidak mengalami fase larva. Hewan cephalopoda juga dapat mengubah warna tubuhnya karena ia memiliki sel pembawa warna (kromatofora).

Contoh spesies Loligo sp (cumi-cumi), Nautilus sp dan Octopus sp (gurita)

anatomi cumi cumi

gambar anatomi cumi cumi

 

7) Pelecypoda (hewan berkaki pipih)
Berbeda dengan beberapa kelas sebelumnya dimana Pelecypoda memiliki kaki yang pipih layaknya kampak. Ia juga memiliki 2 katup cangkang sehingga disebut bivalvia. Insangnya berbentuk lembaran sehingga disebut lamellibranchiata. Tubuhnya berbentuk simetri bilateral dan hidup pada air tawar atau di dalam laut. Untuk menggerakkan cangkang hewan ini menggunakan  otot aduktor yang terdapat pada posterior dan anterior. Otot ini sekaligus berfungsi untuk mengatupkan cangkangnya

Lapisan cangkang pelecypoda terbagi 3 yaitu

a. Periostrakum: lapisan terletak paling luar dan tipis,serta memiliki warna gelap.
b. Prismatik: lapisanterletak di tengah dan tebal, lapisan ini disusun oleh kristal kalsium karbonat (CaCO3) berbentuk prisma.
c. Nakreas: lapisan dalam,disinilah tempat penghasil mutiara.

Adapun sistem saraf Pelecypoda terdiri dari:
a. Ganglion anterior: saraf ini terletak di sebelah ventral lambung
b. Ganglion pedal: saraf ini terletak di kaki
c. Ganglion posterior: terletak di sebelah otot duktor posterior.
Contohnya spesies Chima sp (remis) dan Pinctada margaritifera (kerang mutiara).

anatomi pelecypoda

gambar anatomi pelecypoda

Peranan Mollusca
Beberapa jenis mollusca ada yang bermanfaat bagi manusia seperti cumi – cumi, kerang serta siput karena dapat dikonsumsi manusia yang mengandung protein hewani. kerang mutiara juga dapat memproduksi mutiara dengan harga yang tinggi. Manfaat lainnya adalah cinderamata yang dibentuk dari cangkang.

Namun beberapa spesies juga merugikan karena dapat mengganggu pertanian dimana siput ataupun keong dapat merusak tanaman budidaya dan juga dapat menjadi perantara penyakit seperti yang dilakukan oleh Lymnaea sp.

Artikel sebelumnya

Fungsi Sel darah merah

Perbedaan Sel prokariotik dan sel eukariotik

Sejarah Biologi Sel

Monday, 26 January 2015

Materi Nemathelminthes (cacing gilig) lengkap

Nemathelmintes – Nemathelmintes adalah cacing giling yang memiliki ciri ciri sebagai berikut : Tubuhnya berbentuk giling (bulat panjang), tubuhnya bilaterah simetris, tidak memiliki segmen, bersifat triploblastik, dan memiliki rongga tubuh semu. Cacing giling ada yang hidup secara bebas di air atau di dalam tanah dan ada juga yang bersifat parasit pada hewan dan manusia. Ukuran cacing ini sangat kecil dan terdapat kutikula pada lapisan tubuhnya.

Sistem saluran pencernaannya sudah sempurna dan pada ujung mulutnya terdapat gigi pengait dan anus pada ujung tubuh (posterior). Proses pernafasan cacing ini terjadi secara difusi melalui seluruh bagian tubuhnya. Alat transportasi menggunakan cairan tubuh yang mirip dengan darah. Adapun sistem reproduksi nemathelmintes dilakukan secara seksual karena jenis kelaminnya sudah terpisah, dari segi ukuran cacing betina lebih besar dibandingkan dengan cacing jantan.


Klasifikasi nemathelminthes

Adapun filum nemathelmin dapat dibagi menjadi 2 kelas saja yaitu :Aphasmidia dan phasmidia, berikut ini penjelasannya.
Filum Nemathelminthes terdiri dari dua kelas, yaitu:

1) Aphasmidia
Cacing jenis ini kurang banyak dikenali sehingga yang banyak di bahas adalah kelas kedua

2) Phasmidia
Terdapat banyak sekali spesies yang masuk dalam golongan Phasmidia sepertiFilaria buncrofti,  Ascaris lumbricoides, Trichinella spiralis, Ancylostoma duodenale, Enterobios vermicularis.  .

1 Ascaris lumbricoides
Cacing ini dikenal sebagai cacing perut karena bersifat parasit pada bagian usus halus manusia, ukuran cacing betina selalu lebih besar dibandingkan dengan jantan. Tubuhnya bisa memiliki panjang hingga 25 cm dengan diameter sampai 0,25 cm. Perkembangbiakannya sangat cepat karena dapat menghasilkan telur sampai 200.000 butir telur.

Daur hidup Ascaris lumbricoides:
Telur yang keluar dari pencerita cacing ini bersama dengan feses kemudian bila ia termakan kembali maka telur akan masuk dan sampai di usus akan menetas menjadi larva masuk ke dalam darah bersama aliran darah menuju ke jantung dan masuk ke paru – paru hingga sampai di usus lagi menjadi cacing dewasa.


2 Ancylostoma duodenale
Ancylostoma duodenale adalah cacing yang secara spesifik hidup pada wilayah tambang dengan ciri ciri tubuh dapati mencapai panjang 1,5 cm. Sifatnya parasit pada tubuh manusia. Gigi kait yang ada pada mulutnya membuatnya dapat menempel pada dinding usus manusia untuk menghisap darah dari sang inang. dampak sari cacing ini adalah membuat kita terkena anemia. Proses penularannya adalah cacing masuk melalui kaki yang tidak menggunakan pengalas kaki.


Daur hidup Ancylostoma duodenale

Sebuah telur yang dikeluarkan dari feses masuk ke dalam tanah kemudian seseorang menginjak tanah tersebut tanpa alas kaki, akibatnya larva masuk menembus kulit telapak kaki dan bergerak hingga ke jantung melalui darah dan masuk ke paru – paru dan ada juga yang tertelan masuk ke lambung mencapai usus untuk menjadi cacing dewasa.


3 Enterobios vermicularis
Cacing ini disebut juga cacing kremi memiliki panjang sekitar 1 cm untuk betina sedangkan cacing jantan memiliki panjang 0,5 cm,  yang bersifat parasit pada organ usus besar manusia. Saat bertelur maka telurnya akan bermigrasi atau pindah ke daerah sekitar anus dan dapat menyebabkan gatal. banyak orang yang tidak sengaja menggaruknya dan lupa cuci tangan sehingga telurnya kembali masuk ke dalam tubuh


4 Wuchereria bancrofti
Cacing ini disebut cacing filaria yang menjadi penyebab penyakit kaki gajah (filariasis, elefantiasis) yang memiliki ciri – ciri terjadi pembengkakan pada wilayah kaki. Proses pembengkakan di karenakan populasinya yang banyak hidup dan menyumbat saluran getah bening. Jika cairan getah bening menumpuk maka akan terjadi pembengkakan organ tersebut seperti kaki ataupun skrotum.

Siklus cacing filaria

gambar siklus cacing filaria penyebab kaki gajah

5) Trichinella spiralis

Cacing ini bersifat parasit pada manusia dapat menyebabkan infeksi trichinosis.  Cacing ini memiliki sistem pencernaan yang sudah sempurna, bernafas secara fdifusi dan memiliki nefridium  sistem saraf tangga tali sebagai alat ekskresi

Peranan Nemathelminthes
Sangat banyak sekali jenis cacing nemathelminthes yang bersifat parasit dan merugikan karena dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti  anemia, filariasis, ascariasis, dan trichinosis sehingga perlu waspada terhadap penyebarannya ke tubuh.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai materi Nemathelmintes semoga anda mudah memahaminya.

Artikel sebelumnya

Contoh Bioteknologi Modern

Penyakit Tonsilitis

Perbedaan Transpor aktif dan transfor pasif